Banda Aceh – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh menggelar pertemuan terkait program Dokter Saweu Sikula, Pemberian Makan Bagi Bumil KEK dan Balita Gizi Kurang, Serta Program Puskesmas Keliling. Acara berlangsung di Aula Khawla Dinkes Kota Banda Aceh, Selasa (25/3). .
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman, SKM., M.Kes., didampingi oleh Kabid P2P drg. Supriady, M.Kes. dan Kabid Kesmas Syukriah, SKM., MKM.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh Dr. Aripin Ahman, S.Si.T., M.Kes. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banda Aceh dr. Muntadahar, Sp.BA, Perwakilan PKK Kota Banda Aceh, perwakilan DPMG Kota Banda Aceh, perwakilan DP3AP2KB, Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh (Kabid SD dan Kabid SMP). para Kepala Sekolah SD dan SMP, para Kepala Puskesmas se-Kota Banda Aceh, serta Tim PMT Lokal.
Dalam sambutannya, Kadinkes Kota Banda Aceh, Lukman, SKM., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya percepatan realisasi Program Kerja 100 Hari Walikota Banda Aceh. “Program ini dirancang untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam aspek gizi, pemerataan layanan medis ke sekolah-sekolah, serta kemudahan akses kesehatan di wilayah yang sulit terjangkau,” ujarnya.
Lukman mencontohkan, “Misalnya, penderita stroke yang kesulitan datang ke pusat layanan kesehatan, maka melalui program ini, Tim Puskesmas Keliling akan mendatangi langsung rumah pasien untuk memberikan pelayanan.”
Harapannya, program ini dapat memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, memperoleh layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
Pada kesempatan yang sama, Kabid P2P drg. Supriady, M.Kes. dan Kabid Kesmas Syukriah, SKM., MKM. memberikan penjelasan rinci mengenai teknis pelaksanaan Dokter Saweu Sikula dan Pemberian Makan Bagi Bumil KEK dan Balita Gizi Kurang. Keduanya memaparkan mekanisme kerja, target sasaran, serta peran masing-masing pihak dalam mendukung program tersebut.
“Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh peserta telah memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing sesuai latar belakang instansinya, sehingga implementasi program dapat berjalan optimal,”.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Banda Aceh, sekaligus mendukung komitmen Pemerintah Kota dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.