Dinkes Kota Banda Aceh Gelar Exit Meeting Pengamanan Proyek di Wilayah Kerja

BANDA ACEH – Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr. Nuraihan, MKM, memimpin langsung kegiatan exit meeting Tim PPS Kejari dalam rangka pengawalan dan pengamanan proyek strategis di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Rabu (21/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, dr. Nuraihan didampingi oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Rina Arlini, SKM, MKes selaku PPTK. Pertemuan ini menjadi bagian akhir dari Tim PPS Kejari di dalam melakukan pengawasan proyek fisik yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh tahun 2025.

Fokus utama dari peninjauan dan evaluasi ini menyasar dua lokasi pelayanan kesehatan, yaitu pembangunan Puskesmas Lampaseh kota di Kecamatan Kutaraja dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat yang berlokasi di Gampong Mibo kecamatan Banda Raya. Kedua proyek ini merupakan sarana yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan medis dan fasilitas laboratorium bagi masyarakat Kota Banda Aceh secara signifikan.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh Tim dari Kejaksaan Negeri Kota Banda Aceh sebagai tim pengamanan pembangunan strategis, hadir pula tim dari Inspektorat Kota Banda Aceh, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, pihak rekanan pelaksana pekerjaan dan konsultan pengawas. Kehadiran berbagai pihak lintas sektor ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengerjaan telah selesai dilaksanakan semua sesuai kontrak, regulasi, spesifikasi teknis, dan tepat waktu.

Dalam arahannya, dr. Nuraihan menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam penyelesaian proyek-proyek fisik kesehatan.

“Pengawalan dari pihak Kejaksaan dan Inspektorat sangat membantu dalam meminimalisir risiko penyimpangan. Dengan berakhirnya masa pengerjaan, diharapkan fasilitas tersebut dapat segera difungsikan secara optimal untuk melayani kebutuhan masyarakat”, ujarnya.

Sesi exit meeting diakhiri dengan penyerahan dokumen akhir pekerjaan dan laporan evaluasi pengawasan. Seluruh pihak yang terlibat berkomitmen untuk terus menjaga sinergi demi mewujudkan infrastruktur kesehatan yang representatif di Kota Banda Aceh. Proyek ini diharapkan menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan daerah.