Dinkes Banda Aceh Gelar Evaluasi PSC Guna Tingkatkan Layanan Kegawatdaruratan

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melaksanakan Pertemuan Evaluasi Kegiatan Public Safety Center (PSC) Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Khawla, Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan layanan kegawatdaruratan kesehatan bagi masyarakat Kota Banda Aceh.

Pertemuan evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Mainita Sary, SKM., MKM, serta dihadiri oleh jajaran pengelola PSC dan unsur terkait.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si,  menyampaikan bahwa layanan Public Safety Center memiliki peran strategis dalam mendukung respons cepat penanganan kegawatdaruratan medis di wilayah Kota Banda Aceh. Oleh karena itu, evaluasi secara menyeluruh perlu dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan berjalan optimal dan sesuai standar.

“PSC merupakan salah satu layanan vital pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Kesiapan sistem, sumber daya, dan sarana pendukung harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Wahyudi.

Ia menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam keberhasilan layanan PSC. Menurutnya, petugas yang bertugas harus memiliki kompetensi yang memadai serta mendapatkan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.                                               .
“Tenaga PSC harus dibekali dengan kemampuan kegawatdaruratan yang standar dan terlatih, seperti melalui pelatihan ATLS, ACLS, dan BTCLS, agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman kepada masyarakat,” lanjutnya.

Selain SDM, Wahyudi juga menyoroti pentingnya kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
“Ambulans, alat kesehatan, obat-obatan, serta sistem komunikasi harus dipastikan dalam kondisi siap pakai. Hal ini menjadi kunci kelancaran koordinasi dan kecepatan respon di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wahyudi menyampaikan bahwa evaluasi PSC Tahun 2025 juga bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi, baik kendala teknis maupun administratif.
“Masukan dan temuan dari evaluasi ini sangat penting sebagai dasar perbaikan berkelanjutan, termasuk dalam mengatasi kendala teknis seperti jaringan komunikasi, serta aspek administratif dan regulasi dalam penguatan kelembagaan PSC ke depan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi akan dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan dan pengambilan kebijakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.
“Rekomendasi yang dihasilkan akan kami jadikan acuan dalam penyusunan program, perencanaan anggaran, pelaksanaan pelatihan dan simulasi, serta penguatan kebijakan pelayanan kegawatdaruratan kesehatan di Kota Banda Aceh,” pungkas Wahyudi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Mainita Sary, SKM., MKM menyampaikan bahwa secara teknis evaluasi difokuskan pada penilaian kesiapan sumber daya dan identifikasi kendala operasional PSC sepanjang tahun 2025.                                                             .
“Hasil evaluasi ini akan kami tindaklanjuti dalam bentuk rekomendasi perbaikan layanan dan peningkatan kapasitas, sehingga penyelenggaraan PSC ke depan dapat berjalan lebih optimal,” singkatnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan Public Safety Center (PSC) sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan kegawatdaruratan yang cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.