Banda Aceh – Dalam upaya memperkuat tata kelola dan peningkatan mutu layanan kesehatan tingkat primer, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang Pelayanan Kesehatan menggelar pertemuan finalisasi indikator kinerja puskesmas tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 8 hingga 10 April 2026, bertempat di Aula Ibnu Sina, dan diikuti oleh unsur pengelola program serta penanggung jawab teknis dari lingkungan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.
Pertemuan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si. Dalam sambutan dan arahannya, ia menegaskan bahwa indikator kinerja puskesmas merupakan instrumen strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur capaian program, tetapi juga sebagai dasar dalam perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kinerja pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Ia juga menekankan bahwa penyusunan indikator harus berbasis data, realistis, serta mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.
Lebih lanjut disampaikan bahwa finalisasi indikator kinerja ini harus selaras dengan arah kebijakan nasional maupun daerah, termasuk penguatan transformasi layanan primer, penerapan standar pelayanan minimal (SPM), serta peningkatan integrasi layanan kesehatan yang berfokus pada promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyempurnakan dan menetapkan indikator kinerja puskesmas tahun 2026 secara komprehensif, terukur, dan aplikatif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi dan sinkronisasi antar program, sehingga indikator yang dihasilkan tidak tumpang tindih, memiliki kejelasan definisi operasional, serta dapat diimplementasikan secara efektif di seluruh puskesmas di Kota Banda Aceh.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta secara aktif terlibat dalam diskusi teknis, penajaman indikator, penyelarasan target capaian, serta pembahasan mekanisme monitoring dan evaluasi. Setiap indikator dibahas secara rinci mulai dari aspek definisi, numerator dan denominator, sumber data, hingga metode pengukuran dan pelaporannya, guna memastikan validitas dan akurasi dalam implementasinya di lapangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Mainita Sary, SKM., MKM, bersama para penanggung jawab program, di antaranya PJ Pelayanan Primer, PJ Standarisasi dan Mutu, PJ SDMK, PJ Promosi Kesehatan, PJ Kepegawaian, PJ Klaster I, PJ Klaster II, PJ Klaster III, PJ Klaster IV, PJ Klaster V, koordinator mutu, koordinator jejaring, koordinator pemberdayaan masyarakat, koordinator kesehatan gigi dan mulut, koordinator IGD, koordinator kefarmasian, koordinator laboratorium, serta pihak terkait lainnya yang berperan dalam penyelenggaraan layanan kesehatan primer.
Melalui pertemuan finalisasi ini, diharapkan seluruh puskesmas di Kota Banda Aceh memiliki indikator kinerja yang terstandar, terarah, dan berorientasi pada hasil, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan pemerintah.
