Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menyelenggarakan kegiatan Car Free Day pada Minggu, 24 Agustus 2025, yang dipusatkan di sepanjang Jalan Daud Beureueh. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini tidak hanya menghadirkan suasana bebas kendaraan bermotor, tetapi juga menyuguhkan berbagai program kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan Senam Jantung Sehat yang diikuti ratusan masyarakat dari berbagai kalangan. Senam ini menjadi sarana untuk mengajak warga agar lebih aktif berolahraga sekaligus menjaga kebugaran tubuh. Setelah itu, masyarakat juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi deteksi Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol, serta layanan skrining HIV. Fasilitas ini diberikan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini terhadap penyakit yang berisiko tinggi menyerang masyarakat perkotaan.
Selain kegiatan fisik dan pemeriksaan kesehatan, Car Free Day kali ini juga dirangkai dengan acara Ngobrol Pagi yang menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya. Hadir sebagai pemateri, dr. Zulfan, Sp.DVE dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Aceh, yang memberikan penjelasan tentang upaya pencegahan infeksi menular seksual dan peran penting edukasi di lingkungan keluarga.
Kemudian, dr. Masra Lena Siregar, Sp.PD., KPTI., FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam dari RSUD Zainoel Abidin, juga turut memberikan wawasan terkait aspek medis dalam pencegahan HIV/AIDS serta dampak yang ditimbulkan apabila penyakit tersebut tidak ditangani secara tepat. Sementara itu, dr. Mutia Abdullah, MKM, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Banda Aceh, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga serta bagaimana dukungan komunitas dapat membantu mengurangi stigma terhadap penderita HIV/AIDS.
Dengan mengangkat tema “Jaga Diri dan Keluarga dari Bahaya Penyimpangan Seksual dan HIV/AIDS,” diskusi ini berjalan interaktif dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif bagi masyarakat. Peserta terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan, banyak di antaranya yang aktif bertanya kepada narasumber terkait permasalahan kesehatan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Car Free Day ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berupaya menghadirkan sebuah wadah yang bukan hanya memberikan ruang bagi warga untuk berolahraga dan bersantai, tetapi juga menjadi sarana edukasi kesehatan yang dapat memperkuat ketahanan keluarga dan masyarakat terhadap berbagai ancaman penyakit. Harapannya, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta mempererat solidaritas masyarakat dalam mewujudkan Kota Banda Aceh yang sehat, nyaman, dan berdaya saing.