Dinkes Kota Banda Aceh Gelar Kegiatan Quarterly Cohort Analysis (QICA) TBC SO

Banda Aceh — Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menggelar kegiatan Quarterly Cohort Analysis (QICA) Tuberkulosis Sensitif Obat (TBC SO) yang berlangsung selama dua hari, bertempat di Café Ivory, pada 7–8 Oktober 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh Penanggung Jawab (PJ) Program TB Puskesmas se-Kota Banda Aceh, perwakilan klinik dr. Makmur Mohd Zein, serta perwakilan dari rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta di wilayah Kota Banda Aceh.

Kegiatan QICA ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, drg. Supryadi, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat tata kelola program TBC di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan. Ia juga menekankan bahwa analisis data secara berkala menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh pasien TBC mendapatkan diagnosis dan pengobatan secara tepat waktu serta sesuai standar.

“Melalui kegiatan QICA ini, kita ingin memastikan tidak ada satupun kasus TBC yang terlewat, mulai dari proses penemuan kasus, penegakan diagnosis, hingga pencatatan dan pelaporan yang akurat. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka penularan TBC di Kota Banda Aceh,” ujar drg. Supryadi.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan komitmen dan kolaborasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan dalam memperkuat penanggulangan TBC di daerah.

Kegiatan ini menghadirkan fasilitator dari Dinas Kesehatan Aceh, yakni Saiful Kamal (Wasor TB Dinkes Aceh) dan Gobet Ulba, SKM (Trainer Officer PPM Dinkes Aceh), yang memberikan pendampingan teknis serta pembahasan terkait data kasus dan capaian program.

Adapun tujuan utama kegiatan QICA TBC SO ini meliputi:

  1. Memastikan seluruh data terduga TBC telah memiliki hasil diagnosis.

  2. Memastikan seluruh kasus positif TBC yang belum memulai pengobatan segera didaftarkan sebagai pasien TBC Sensitif Obat.

  3. Memastikan seluruh fasilitas kesehatan telah melakukan investigasi kontak terhadap kontak serumah pasien TBC SO.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh berharap penemuan kasus TBC dapat lebih optimal, pengobatan berjalan sesuai standar, serta upaya eliminasi TBC di Kota Banda Aceh dapat tercapai sesuai target nasional.