Tim INEY Fase 2 Kemenkes Lakukan Observasi dan Pemantauan Layanan Posyandu, Pustu, dan Puskesmas di Kecamatan Ulee Kareng

Banda Aceh – Tim Proyek Indonesia’s Nutrition and Early Years (INEY) Fase 2 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang didampingi oleh Poltekkes Kemenkes Aceh melakukan kegiatan observasi dan kunjungan pemantauan ke Posyandu Sejahtera Gampong Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM., MKM, bersama tim teknis terkait yang mendampingi proses pemantauan di lapangan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian monitoring dan evaluasi pelaksanaan Proyek INEY Fase 2 yang bertujuan untuk melihat secara langsung implementasi program kesehatan ibu dan anak, gizi, imunisasi, serta penguatan layanan kesehatan primer di tingkat masyarakat. Selain melakukan observasi terhadap pelaksanaan layanan Posyandu, tim juga melakukan verifikasi data dan meninjau sistem pencatatan serta pelaporan program yang menjadi indikator capaian proyek.

Dalam kegiatan pemantauan di Posyandu Sejahtera, tim meninjau berbagai aspek pelaksanaan layanan kesehatan dasar yang diberikan kepada sasaran, khususnya ibu dan balita. Adapun indikator yang menjadi fokus pemantauan antara lain layanan pencatatan dan pelaporan balita yang mendapatkan pengukuran berat badan minimal delapan kali dalam satu tahun, sebagai salah satu indikator penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, tim juga melakukan peninjauan terhadap layanan pencatatan dan pelaporan program imunisasi, guna memastikan ketepatan data cakupan imunisasi serta kualitas pelaksanaan pelayanan imunisasi di tingkat Posyandu.

Tim pemantauan juga berinteraksi dengan kader kesehatan dan petugas terkait untuk melihat proses pencatatan data, pelaporan kegiatan, serta mekanisme tindak lanjut terhadap sasaran yang belum mendapatkan pelayanan secara lengkap. Kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program kesehatan ibu dan anak, gizi, serta imunisasi.

Setelah melakukan kunjungan ke Posyandu Sejahtera, tim melanjutkan kegiatan observasi ke Pustu Gampong Pango Raya untuk melihat secara langsung pelaksanaan layanan kesehatan primer yang diberikan kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut, tim melakukan peninjauan terhadap sarana pendukung pelayanan, mekanisme pencatatan dan pelaporan program, serta koordinasi antara pustu dengan puskesmas dalam mendukung pencapaian indikator kesehatan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Puskesmas Ulee Kareng. Dalam pertemuan bersama jajaran puskesmas, tim INEY Fase 2 melakukan diskusi dan pendalaman terhadap berbagai aspek pelaksanaan program kesehatan yang menjadi fokus proyek.

Beberapa isu strategis yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi tantangan pelaksanaan program intervensi spesifik gizi, kesehatan ibu dan anak (KIA), serta imunisasi, termasuk kendala yang dihadapi dalam menjangkau sasaran dan meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada pelaporan rutin Sistem Informasi Gizi (SIGIZI) sebagai instrumen penting dalam pemantauan status gizi masyarakat dan pengambilan keputusan berbasis data.

Tidak hanya itu, tim turut melakukan peninjauan terhadap manajemen pengelolaan limbah medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Aspek ini menjadi perhatian penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan sekaligus memastikan penerapan standar keselamatan dan kesehatan lingkungan di puskesmas maupun jejaring pelayanan kesehatan lainnya.

Melalui kegiatan observasi dan pemantauan ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program kesehatan di lapangan, termasuk berbagai capaian, tantangan, dan kebutuhan penguatan yang diperlukan. Hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Proyek INEY Fase 2 dalam mendukung percepatan perbaikan gizi, peningkatan cakupan imunisasi, serta penguatan layanan kesehatan primer di Kota Banda Aceh.