Libatkan 158 Peserta, Dinkes Banda Aceh Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting

Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui penyelenggaraan Sosialisasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting bagi masyarakat gampong di Kota Banda Aceh. Kegiatan yang berlangsung di Hotel AlHanifi, Banda Aceh, Selasa (30/6/2026) tersebut melibatkan 158 peserta dari berbagai unsur sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan generasi Banda Aceh yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan pembangunan kesehatan yang memerlukan perhatian serius serta keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.

“Stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Keberhasilan mencegah stunting sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, aparatur gampong, TP PKK, tokoh masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam pengasuhan anak,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, percepatan penurunan stunting hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin, penerapan pola asuh yang baik, serta menciptakan lingkungan yang sehat melalui sanitasi yang layak dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Oleh karena itu, Wahyudi mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing dengan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat serta terus mendorong peningkatan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

“Kami berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh ilmu selama kegiatan ini, tetapi juga mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pencegahan stunting, maka semakin besar peluang kita untuk melahirkan generasi Banda Aceh yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing,” tambahnya.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh 158 peserta yang terdiri atas Ketua Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan se-Kota Banda Aceh, tenaga promosi kesehatan dari 11 puskesmas, tenaga pelaksana gizi dari 11 puskesmas, serta perwakilan kader dari 90 gampong. Keikutsertaan berbagai unsur tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan intervensi pencegahan stunting hingga ke tingkat keluarga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM., MKM., bersama jajaran Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.

Sebagai upaya meningkatkan kapasitas peserta, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keahlian, yakni dr. T. Kharrif Indra Utama, Sp.OG., yang membahas pentingnya kesehatan ibu selama masa kehamilan sebagai fondasi pencegahan stunting, dr. Desi, Sp.GK., yang menyampaikan materi mengenai pemenuhan gizi ibu dan anak serta intervensi gizi spesifik, serta Dr. Musriadi, S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, yang memaparkan pentingnya dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.

Melalui sosialisasi ini, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh berharap terbangun komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan. Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, diharapkan prevalensi stunting di Kota Banda Aceh terus menurun sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, unggul, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.