Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menggelar Rapat Pembentukan Tim Penanggulangan Pencegahan dan Penyimpangan Seksual serta LGBT di Kota Banda Aceh sebagai bagian dari upaya percepatan penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS di Kota Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Khawla Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Selasa (21/7).
Rapat ini diinisiasi sebagai langkah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menyusun strategi pencegahan terhadap perilaku berisiko yang berpotensi meningkatkan penyebaran HIV/AIDS. Melalui pembentukan tim tersebut diharapkan terbangun sinergi antarlembaga dalam mendukung upaya promotif, preventif, edukatif, serta penanganan yang komprehensif sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing instansi.
Kegiatan dihadiri oleh sekitar 30 peserta yang berasal dari berbagai unsur perangkat daerah dan lembaga terkait, di antaranya Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Kementerian Agama, Rumah Sakit Meuraxa, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, Dinas Pendidikan, Dinas Dayah, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH), seluruh kepala puskesmas di Kota Banda Aceh, Tim Penggerak PKK, KNPI, Kwartir Cabang Pramuka, Galatea Aceh, Komunitas Kajian Umar Terupdate (KUDET), serta Ma’had Darul Tahfiz.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas mekanisme pembentukan tim, peran masing-masing instansi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh terkait pencegahan HIV/AIDS. Setiap instansi diharapkan dapat memberikan kontribusi sesuai kewenangannya sehingga upaya pencegahan dapat dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan.
Melalui pembentukan tim ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap terwujud koordinasi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan HIV/AIDS melalui pendekatan promotif, preventif, edukatif, dan pemberdayaan masyarakat, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, serta mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Banda Aceh.
