Banda Aceh – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Program Kesehatan Keluarga menggelar kegiatan Pembinaan Tenaga Kesehatan Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Lain dalam Pelayanan KIA Gawat Darurat (KIA Gadar) dan Sistem Rujukan Maternal Neonatal (Matneo) melalui pendampingan langsung oleh tim ahli.
Kegiatan pembinaan dilaksanakan secara bertahap di lima puskesmas di Kota Banda Aceh, yakni Puskesmas Lampaseh pada 7 September 2026, Puskesmas Lampulo pada 8 September 2026, Puskesmas Jeulingke pada 9 September 2026, Puskesmas Ulee Kareng pada 10 September 2026, dan Puskesmas Batoh pada 11 September 2026.
Pembinaan ini bertujuan memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal di tingkat pelayanan primer, sekaligus meningkatkan koordinasi serta efektivitas sistem rujukan sehingga ibu dan bayi memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas.

Tim pendamping terdiri dari para dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya, yaitu dr. T. Kharif Indra Utama, Sp.OG, dr. Darnifa Yanti, M.Ked (Ped), Sp.A(K), dan dr. Cut Nonda Meracilu, Sp.OG. Melalui pendampingan ini, peserta memperoleh pembaruan pengetahuan, pembahasan kasus klinis, serta praktik penerapan tata laksana sesuai standar pelayanan KIA Gadar dan sistem rujukan Matneo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Program Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Armaida, S.ST dan Tim, yang mendampingi pelaksanaan pembinaan di setiap lokasi puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan salah satu langkah strategis dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi di Kota Banda Aceh.
“Pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal harus didukung oleh tenaga kesehatan yang kompeten serta sistem rujukan yang terintegrasi. Melalui pembinaan ini, kami berharap kualitas pelayanan KIA di seluruh FKTP semakin optimal sehingga keselamatan ibu dan bayi dapat terus ditingkatkan,” ujar Wahyudi.
Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
