Tekan Penularan Covid-19, Pemko Banda Aceh Tingkatkan Testing dan Tracing

Kepala Dinas Kesehatan Lukman, SKM, M.Kes (tengah) sedang menyampaikan arahan

Banda Aceh – Menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang kian meningkat, Pemerintah Kota Banda Aceh bersama TNI-Polri berkomitmen untuk meningkatkan upaya testing dan tracing dari kontak erat Covid-19. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman, SKM., M.Kes, saat memimpin Rapat Koordinasi Tracing digital Covid-19, Senin (30/08/2021).

Rapat yang digelar di Aula Ibnu Sina Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh tersebut turut dihadiri Kasatbinmas Polresta Banda Aceh Kompol Saiful Anam, Dandenkeslap Mayor Ckm. Bowo Suryo Utomo, Pasi Op 0101/Abes Mayor Inf. Mutrisno, Kepala Puskesmas, Danramil, dan Kapolsek se-Kota Banda Aceh.

“Tujuan dari testing (pemeriksaan) dan tracing (pelacakan) adalah untuk menemukan kasus-kasus baru secara cepat. Kuncinya ada di testing, apabila sudah dilakukan testing maka kasus bisa lebih cepat ditangani, dan dapat meminimalisir kasus kematian akibat Covid-19”, ungkap Lukman.

Lukman menjelaskan ada 4 indikator pengendalian Covid-19. Yang pertama adalah angka positifity rate kurang dari 5 persen, kedua Bed Occupancy Rate (BOR) kurang dari 50 persen, ketiga fatality rate rendah (kurang dari 3 persen), dan recovery rate tinggi (lebih dari 90 persen).

“Saat ini Banda Aceh sudah menyediakan 42.000 rapid test antigen”, sambungnya.

Hal ini dilakukan guna memperluas upaya tracing dan testing pada kontak erat yang terkonfirmasi Covid-19.

Kadinkes berharap masyarakat yang memiliki kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk tidak menolak dilakukan rapid test antigen. Hal ini guna menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Kota Banda Aceh.

Saat ini pelacakan kontak (tracing) yang menjadi bagian dari 3T (testing, tracing, treatment) sudah diperkuat melalui sistem digital. Digital tracing dilaksanakan melalui aplikasi Silacak untuk meningkatkan telusur yang dilakukan para tracer.

Petugas tracer yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan petugas puskesmas nantinya akan menginput data pemantauan harian, kontak erat dan kasus konfirmasi ke dalam aplikasi Silacak.