Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Gelar Workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi untuk Tingkatkan Mutu dan Keselamatan Pelayanan di Fasilitas Kesehatan

Banda Aceh – Guna memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) menyelenggarakan Workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menerapkan prinsip-prinsip PPI di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga dapat mencegah dan meminimalkan terjadinya infeksi pada pasien, petugas, pengunjung, maupun masyarakat di sekitar fasilitas kesehatan.

Kegiatan Workshop ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 8 hingga 10 Oktober 2025, bertempat di Aula Ibnu Sina Dinkes Kota Banda Aceh. Kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, yaitu dr. Hilda Chandra, MKM., Ns. Mutia Wati, MKM., dan Ns. Nurul Hadi, M.Kep. Ketiganya telah memperoleh sertifikat Training of Trainer (TOT) dan Mentor of Trainer (MOT) dalam bidang PPI, sehingga diharapkan mampu memberikan wawasan komprehensif kepada peserta.

Sebanyak 50 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang berasal dari 11 Puskesmas di wilayah kerja Kota Banda Aceh. Peserta terdiri atas berbagai unsur tenaga kesehatan, antara lain pelaksana pelayanan gigi dan mulut, tenaga pelayanan gawat darurat, tenaga laboratorium, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.

Rangkaian pembelajaran dalam workshop ini disusun secara sistematis dan interaktif dengan ruang lingkup materi yang meliputi:

  • Konsep dasar penyakit infeksi dan penularannya;
  • Prinsip dan implementasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di fasilitas kesehatan;
  • Kewaspadaan isolasi dan transmisi;
  • Penerapan standar kewaspadaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP);
  • Perencanaan kegiatan PPI yang efektif dan terukur;
  • Monitoring dan evaluasi penerapan PPI di lapangan.

Adapun Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa keberhasilan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga pada kompetensi dan kesadaran tenaga kesehatan dalam menjaga standar keselamatan pasien dan pekerja.

Pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan aspek fundamental dalam menjaga keselamatan di fasilitas kesehatan. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan, kebersihan, dan profesionalisme di setiap lini pelayanan,” ujar Wahyudi.

Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, memahami setiap materi yang disampaikan, dan mengimplementasikan prinsip PPI di unit kerja masing-masing. Dengan demikian, setiap puskesmas di Kota Banda Aceh dapat menjadi contoh penerapan pelayanan yang aman, bersih, dan bermutu tinggi.

Selain itu, Wahyudi mengimbau kepada seluruh tenaga kesehatan untuk menjadikan PPI sebagai bagian dari tanggung jawab profesional dan moral, mengingat tingginya risiko paparan infeksi dalam lingkungan pelayanan kesehatan. Penerapan PPI yang baik, menurutnya, tidak hanya melindungi pasien tetapi juga menjamin keselamatan tenaga medis dan non-medis yang bekerja setiap hari di fasilitas kesehatan.

Adapun output dari kegiatan workshop ini adalah meningkatnya pemahaman dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melaksanakan PPI secara konsisten dan berkesinambungan. Melalui peningkatan kapasitas ini, Dinas Kesehatan berharap dapat mewujudkan sistem pelayanan kesehatan di Banda Aceh yang lebih tangguh, adaptif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Workshop ini juga menjadi wadah penting untuk memperkuat jejaring kerja antara Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, puskesmas, dan tenaga profesional dalam bidang pelayanan kesehatan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan upaya pencegahan infeksi di tingkat layanan primer dapat berjalan lebih efektif dan terukur, sejalan dengan visi Kota Banda Aceh sebagai kota sehat dan berketahanan layanan kesehatan.