Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Program Gizi menggelar kegiatan Evaluasi Hasil Analisis Data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) serta hasil intervensi terhadap sasaran bermasalah gizi. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 8 hingga 9 Oktober 2025, bertempat di Aula Khawla, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.
Kegiatan ini diikuti oleh bidan koordinator, penanggung jawab (penjab) gizi, dan petugas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dari seluruh puskesmas di wilayah kerja Kota Banda Aceh. Kehadiran para tenaga kesehatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat koordinasi dan memastikan akurasi data gizi masyarakat yang dihimpun melalui sistem EPPGBM.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan dan pendalaman materi terkait pengolahan, interpretasi, dan analisis data EPPGBM, termasuk evaluasi terhadap hasil intervensi gizi yang telah dilakukan terhadap kelompok sasaran bermasalah gizi seperti balita stunting, gizi kurang, gizi buruk, dan ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK). Selain itu, peserta juga diarahkan untuk mengidentifikasi akar masalah yang menjadi penyebab munculnya kasus gizi di wilayah kerja masing-masing.
Melalui sesi diskusi dan analisis kelompok, peserta diajak untuk membahas capaian indikator program gizi, kendala yang dihadapi di lapangan, serta strategi penanganan yang lebih efektif. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas data, sehingga setiap intervensi yang dirancang benar-benar berbasis bukti (evidence-based).
Kepala bidang kesehatan masyarakat Dinkes Kota Banda Aceh, Syukriah, SKM.,MKM dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa evaluasi hasil analisis data EPPGBM menjadi bagian penting dalam sistem pemantauan status gizi masyarakat. Data yang akurat dan terkini akan membantu pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan yang tepat dan terarah, terutama dalam mendukung program penurunan angka stunting dan peningkatan status gizi masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam mendukung program perbaikan gizi masyarakat, khususnya di tingkat puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan evaluasi ini, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh berharap seluruh petugas gizi dan tenaga kesehatan di lapangan semakin terampil dalam memanfaatkan data EPPGBM, mampu melakukan analisis situasi gizi dengan tepat, serta menindaklanjutinya dengan intervensi yang cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari masalah gizi menuju Banda Aceh Hebat dan Sehat.
