Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang Pelayanan Kesehatan menghadirkan layanan Tim Medis Public Safety Center (PSC) 119 dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang berlangsung pada tanggal 25 s.d 26 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa lokasi, yakni Area Car Free Day (CFD), Lamnyong dan Kantor Camat Baiturrahman.
Dalam pelaksanaannya, Tim Medis PSC 119 Dinkes Kota Banda Aceh ditugaskan secara terstruktur dengan melibatkan Koordinator PSC dr. Anggre Paramitha Putri, MKM, Sp.KKLP, Koordinator Lapangan Muhammad Khalil, Amd.Kep, serta didukung oleh supir ambulan Muhammad Nazar. Selain itu, kegiatan ini juga diperkuat oleh tim PSC dari beberapa puskesmas, yaitu Puskesmas Baiturrahman, Puskesmas Meuraxa, Puskesmas Batoh, Puskesmas Kopelma Darussalam, dan Puskesmas Lampulo.
Selama dua hari pelaksanaan, Tim Medis PSC 119 Dinkes Kota Banda Aceh menurunkan layanan ambulan sebanyak 7 kali shift jaga yang tersebar di beberapa titik strategis yang telah ditentukan. Dengan total 21 personel, tim PSC tidak hanya memberikan layanan siaga kegawatdaruratan, tetapi juga berperan aktif dalam edukasi kepada masyarakat, khususnya mahasiswa, terkait pertolongan pertama saat bencana. Materi yang diberikan meliputi teknik pembidaian, cara mengangkat pasien ke tandu, serta prosedur evakuasi pasien menuju ambulans.
Rangkaian kegiatan turut diawali dengan gladi bersih yang dilaksanakan di Bapelkes dan Kantor Camat Baiturrahman. Selanjutnya, dilakukan penanaman pohon di kawasan Lamnyong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, serta simulasi evakuasi bencana banjir yang dilaksanakan di dua titik, yaitu area CFD, Lamnyong dan Kantor Camat Baiturrahman.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, antara lain Tim BNPB, BPBA, BPBD, Tim Medis PSC 119, warga Gampong Peniti, serta mahasiswa yang turut berpartisipasi aktif dalam simulasi dan edukasi kebencanaan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kehadiran Tim Medis PSC 119 merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor serta peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana, khususnya di wilayah Kota Banda Aceh yang memiliki tingkat kerentanan tertentu terhadap bencana alam.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan dan memiliki keterampilan dasar dalam penanganan awal kondisi darurat, sehingga dapat menyelamatkan lebih banyak jiwa saat terjadi bencana.
