Tingkatkan Akses Kesehatan, Walikota Banda Aceh Resmikan Ambulans Puskesmas Keliling.

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat. Pada Sabtu (13/6/2026), Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, meresmikan sekaligus melakukan prosesi adat peusijuek (tepung tawar) terhadap satu unit ambulans Puskesmas Keliling (Pusling) baru. Prosesi yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Posyandu Boh Hate Ma, Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala.

​Ambulans Puskesmas Keliling yang dihadirkan kali ini tidak hanya berfungsi sebagai armada transportasi medis biasa. Kendaraan ini dirancang khusus sebagai unit pelayanan kesehatan bergerak (mobile Clinic) yang modern dan representatif. Di dalamnya, telah terintegrasi ruang pemeriksaan mini yang didukung oleh fasilitas medis yang memadai untuk mendukung berbagai jenis tindakan dan pemeriksaan klinis.

Layanan Ambulans Puskesmas keliling ini dilengkapi dengan berbagai perangkat medis mutakhir, termasuk peralatan mutakhir untuk pemeriksaan jantung (EKG) serta pemantauan ultrasonografi (USG). Kehadiran teknologi ini memungkinkan tim medis untuk melakukan skrining awal yang akurat terhadap kondisi kesehatan masyarakat di pelosok gampong. Tidak hanya itu, unit operasional ini didukung penuh oleh tenaga kesehatan profesional yang siap memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai pentingnya penemuan dini terhadap berbagai penyakit.

Selain berfungsi sebagai unit deteksi dini, Ambulans Pusling ini mengusung sistem layanan jemput bola. Armada ini akan aktif melayani pasien rujukan, serta siap sedia menjemput dan mengantarkan pasien yang membutuhkan penanganan langsung dari rumah mereka. Pengadaan ini menjadi bagian dari strategi makro pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana penunjang, guna meningkatkan mutu pelayanan di tingkat Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga ke jaringannya agar berjalan lebih optimal dan responsif.

Kehadiran unit ini merupakan wujud nyata dari komitmen, sinergi, dan kolaborasi pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat,” ujar Illiza dalam Berbagainya.

Dalam arahannya, Walikota Illiza Sa’aduddin Djamal juga mengetuk kesadaran kolektif warga untuk selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat, yang harus dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. Secara khusus, ia memberikan perhatian pada aspek pencegahan terhadap ancaman penyakit menular. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit seperti tuberkulosis (TBC), demi memproteksi tumbuh kembang dan kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa di masa depan.

Lebih lanjut, Illiza menambahkan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus bergerak maju dan konsisten mendorong terwujudnya kota yang layak huni (livable city ) , dengan memberikan hak dasar atas layanan kesehatan yang prima dan inklusif menjadi salah satu pilar utamanya.

Acara peresmian dan peusijuek ini juga menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor di Banda Aceh. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dessy Maulidha, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua PKK sekaligus Pembina Tim Penggerak Posyandu Kota Banda Aceh.

Turut hadir menyaksikan peresmian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Wahyudi, S.STP.,M.Si, Sekretaris Dinkes Kota Banda Aceh dr.Nuraihan, MKM, Camat Syiah Kuala TM Syukri, Keuchik Gampong Alue Naga M. Nasirullah, jajaran pendamping wali kota, para tenaga kesehatan lokal, serta unsur Forkopimda terkait yang ikut memberikan dukungan penuh atas pengoperasian fasilitas kesehatan bergerak ini.