Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) Tingkat Kabupaten/Kota sebagai upaya memperkuat sistem surveilans serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Kegiatan berlangsung di Aula Ibnu Sina Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Rabu (15/7).
Pertemuan tersebut diikuti oleh perwakilan rumah sakit dan UPTD puskesmas di Kota Banda Aceh yang terlibat dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Kegiatan ini menjadi wadah untuk melakukan pembahasan kasus secara komprehensif, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kematian ibu dan bayi, serta menyusun langkah-langkah perbaikan yang dapat diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui pelaksanaan AMPSR, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh berkomitmen mendorong terbangunnya budaya pembelajaran (learning culture) dalam pelayanan kesehatan, sehingga setiap kasus dapat dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan tanpa mencari kesalahan individu.
Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara rumah sakit, puskesmas, serta pemangku kepentingan lainnya dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi baru lahir, dan perinatal di Kota Banda Aceh.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si, berharap hasil rekomendasi yang dihasilkan melalui kegiatan AMPSR dapat ditindaklanjuti secara berkesinambungan oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, kualitas layanan kesehatan ibu dan anak semakin optimal, serta mampu memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan neonatal sebagai bagian dari upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.
