BANDA ACEH – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Program Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga & Gizi), melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan kegiatan Posyandu serta pemberian Vitamin A dan obat cacing di Posyandu Kartika, Kecamatan Kuta Alam, Selasa (6/2/2026).
Kegiatan monev ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan layanan Posyandu berjalan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan, khususnya dalam upaya peningkatan status gizi balita serta pencegahan penyakit akibat kekurangan vitamin dan infeksi cacingan. Selain itu, monev juga dilakukan untuk menilai peran serta kader Posyandu dalam memberikan pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu dan anak. Oleh karena itu, kualitas pelayanan Posyandu harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui pembinaan dan evaluasi yang berkelanjutan.
“Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kita ingin memastikan bahwa pemberian Vitamin A dan obat cacing kepada balita dilaksanakan tepat sasaran, tepat waktu, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan derajat kesehatan anak sejak dini,” ujar Wahyudi.
Ia berharap, melalui monev ini, seluruh Posyandu di Kota Banda Aceh dapat semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan, serta mampu meningkatkan cakupan kehadiran balita dan ibu hamil di setiap kegiatan Posyandu.
Wahyudi juga mengimbau kepada para orang tua, khususnya ibu yang memiliki balita, agar rutin membawa anaknya ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang, mendapatkan imunisasi, serta menerima suplementasi gizi seperti Vitamin A dan obat cacing sesuai jadwal.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan program kesehatan. Kami mengajak seluruh orang tua untuk memanfaatkan layanan Posyandu sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan anak,” pungkasnya.
