Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Promosi Kesehatan dan Skrining HIV bagi Pelajar SMK Kota Banda Aceh Tahun 2026 di Aula Serba Guna SMK 1, 2, dan 3 Banda Aceh, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Said Fauzan, selaku Staf Ahli Wali Kota Banda Aceh Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.
Dalam sambutannya, Said Fauzan mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda terhadap pentingnya deteksi dini HIV.

“Saat ini HIV bukan lagi penyakit yang tidak dapat dikendalikan. Dengan deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan kepatuhan terapi, orang yang hidup dengan HIV dapat tetap hidup sehat dan produktif. Oleh karena itu penting memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak takut memeriksakan diri,” ujar Fauzan.
Lebih lanjut, Said Fauzan memaparkan data Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Selama Januari hingga Juni 2026 tercatat 43 kasus HIV. Dari jumlah tersebut, 41 kasus atau 95 persen terjadi pada laki-laki dan 2 kasus atau 5 persen pada perempuan.
Berdasarkan kelompok usia, 17 kasus terjadi pada usia 21-30 tahun, 15 kasus pada usia 31-40 tahun, dan 5 kasus pada usia 11-20 tahun.
“Namun kita patut bersyukur karena jumlah kasus HIV di Kota Banda Aceh mengalami penurunan dari 148 kasus pada tahun 2024 menjadi 116 kasus pada tahun 2025. Penurunan ini harus menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperluas edukasi dan mencakup pemeriksaan secara sukarela,” katanya.
Said Fauzan juga menegaskan komitmen Pemko Banda Aceh melalui Program SEHATI untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan primer, meningkatkan kualitas puskesmas, dan memperluas edukasi kesehatan.
“Pembangunan tidak akan berarti jika masyarakatnya tidak sehat. Karena itu mari kita menghapus stigma terhadap pengidap HIV. Mereka berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dan hidup secara aman,” tegasnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr. Nuraihan, MKM selaku Ketua Panitia melaporkan peserta kegiatan ini berjumlah 500 orang yang terdiri dari pelajar SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, dan SMK Negeri 3 Banda Aceh.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelajar mengenai HIV/AIDS, menumbuhkan kesadaran perilaku hidup sehat, menghilangkan stigma, dan mendorong penemuan dini sebagai upaya pencegahan penularan HIV,” ungkap Nuraihan.
Nuraihan menambahkan, skrining HIV dilaksanakan sesuai standar pelayanan kesehatan dengan mengedepankan prinsip sukarela, rahasia, aman, dan tanpa stigma.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kesehatan dirinya dan mampu menjadi pelopor perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Pihak sekolah dan para pelajar menyambut baik inisiatif yang dilakukan Dinkes Banda Aceh ini. Selain mendapatkan wawasan kesehatan yang komprehensif, para siswa juga didorong untuk menjadi “Duta Peer Educator” atau pendidik sebaya yang mampu menyebarkan informasi kesehatan positif kepada teman-teman sejawatnya.
Turut hadir Perwakilan Dinas Pendidikan Aceh, Kepala SMK Negeri 1, 2, dan 3, serta para tenaga kesehatan dan guru pendamping.
