BANDA ACEH – Kadinkes Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si, secara resmi membuka Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Tenaga Kesehatan dalam Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer (FKTP) Kota Banda Aceh. Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis untuk menekan laju peningkatan jumlah perokok aktif, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja yang kian mengkhawatirkan.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya, Sekar Astrika Fardani, SKM., M.Epid (Narasumber Kementerian Kesehatan RI), Para Kepala Bidang Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, T. Aznardi, SKM (MOT dari Balai Pelatihan Kesehatan/Bapelkes Aceh) Serta Puluhan peserta dan panitia pelatihan.
Dalam sambutannya, Wahyudi, S.STP., M.Si, selaku Kepala Dinas Kesehatan Memaparkan bahwa berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, jumlah perokok aktif di Indonesia diperkirakan telah menyentuh angka 70 juta orang. Mirisnya, sebesar 7,4% di antaranya merupakan anak-anak berusia 10–18 tahun.

Fenomena ini juga tergambar jelas di Ibu Kota Provinsi Aceh. Hasil skrining perilaku merokok yang dilakukan oleh Puskesmas Kota Banda Aceh di berbagai lembaga pendidikan menemukan fakta bahwa: Sebanyak 1.409 anak muda usia 10–21 tahun tercatat sudah lazim dan aktif merokok. Penyebaran kebiasaan merokok di kalangan usia muda di Banda Aceh dinilai sudah sangat luas.
Kebiasaan merokok ini berdampak langsung pada penurunan derajat kesehatan masyarakat. Merokok menjadi pemicu utama berbagai penyakit kronis, seperti jantung, diabetes, kanker, dan Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK).
Data dari 11 Puskesmas di Kota Banda Aceh sepanjang tahun 2021 hingga 2025 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Tercatat ada 468 kasus stroke dan penyakit jantung pada kelompok Usia muda dan produktif (rentang usia 15–19 tahun dan 20–44 tahun) yang dipicu oleh rokok serta gaya hidup tidak sehat.
”Kerugian yang ditimbulkan pun tidak main-main, mulai dari tingginya biaya pengobatan hingga hilangnya waktu produktif bagi generasi muda.”
Menghentikan kebiasaan merokok bukanlah perkara mudah, akibat adanya efek kecanduan zat nikotin yang kerap memicu ketidakstabilan emosi. Banyak perokok yang gagal berhenti karena tidak kuat menghadapi gejala putus nikotin tersebut. Di sinilah peran krusial tenaga kesehatan dibutuhkan.
Penyelenggaraan layanan UBM di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Puskesmas memiliki posisi yang sangat strategis. Sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat, tenaga kesehatan di Puskesmas diharapkan mampu menjalankan tiga peran utama:
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama jajaran kesehatan Kota Banda Aceh demi menciptakan generasi muda yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari asap rokok.
