Perkuat Pembinaan Posyandu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Banda Aceh Tinjau Pelayanan di Dua Gampong

Banda Aceh – Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat, Ketua Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kota Banda Aceh, Dessi Maulidha, S.KG, melakukan kunjungan pembinaan dan peninjauan langsung ke dua posyandu binaan, yakni Posyandu Fajar Kartika dan Posyandu Bungong Jaroe, Selasa (14/7).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Tim Pembina Posyandu Kota Banda Aceh untuk memastikan penyelenggaraan layanan dasar di tingkat gampong berjalan secara optimal, terpadu, dan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung transformasi layanan primer melalui penguatan peran Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat.

Suasana kunjungan berlangsung hangat, humanis, dan penuh interaksi. Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Banda Aceh bersama rombongan menyempatkan diri berdialog secara langsung dengan para kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang hadir memanfaatkan pelayanan. Berbagai masukan, pengalaman, hingga tantangan yang dihadapi kader dalam memberikan pelayanan menjadi perhatian untuk dijadikan bahan evaluasi dan penyempurnaan pembinaan ke depan.

Dalam kegiatan tersebut, Dessi Maulidha didampingi oleh Ketua IV Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Banda Aceh, Ketua Pokja IV TP-PKK Kota Banda Aceh, Ketua PKK Kecamatan Kuta Alam, serta Ketua PKK Kecamatan Baiturrahman. Turut hadir pula Kepala Puskesmas Kuta Alam dan Kepala Puskesmas Baiturrahman beserta jajaran tenaga kesehatan yang selama ini berperan aktif dalam melakukan pendampingan dan pembinaan Posyandu di wilayah kerjanya masing-masing.

Selama peninjauan, rombongan mengamati secara langsung pelaksanaan berbagai layanan yang tersedia di Posyandu, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, edukasi kesehatan, pencatatan administrasi, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung pelayanan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan setiap layanan dapat diberikan secara optimal, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dessi Maulidha menyampaikan bahwa Posyandu memiliki posisi yang sangat strategis sebagai ujung tombak pelayanan dasar di tingkat gampong. Seiring dengan transformasi layanan primer yang sedang dijalankan pemerintah, Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan bagi ibu dan balita, tetapi juga menjadi pusat pelayanan terpadu bagi seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Posyandu tidak terlepas dari kolaborasi seluruh unsur, baik pemerintah, puskesmas, kader, PKK, pemerintah gampong, maupun masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan yang dilakukan secara berkala menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas kader, memperkuat kualitas pelayanan, serta memastikan seluruh program kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara merata.

Melalui kunjungan pembinaan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Tim Pembina Posyandu, puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, dan para kader Posyandu dalam mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas. Dengan Posyandu yang semakin aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, diharapkan derajat kesehatan masyarakat Kota Banda Aceh terus meningkat serta mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.